Unand gelar seminar nasional tentang harimau Sumatera

Photo by: @andyps

Padang (ANTARA News) – Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, menggelar seminar nasional dan pelatihan investigasi tentang Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), 25-27 Maret.

Seminar dan pelatihan ini diadakan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang keberadaan Harimau Sumatra, kata Akademisi Jurusan Biologi Unand Wilson Novarino di Padang, Senin.

Menurutnya, hal ini menjadi penting karena Harimau Sumatera kerap kali muncul di permukiman masyarakat, terutama yang tinggal di dekat daerah habitat harimau.

Dia menambahkan, masih banyak masyarakat yang masih belum mengetahui seluk beluk dan cara perlindungan terhadap Harimau Sumatera.

Untuk itu, dia berharap masyarakat dapat mengetahui lebih banyak tentang karakteristik serta perlindungan terhadap Harimau Sumatera sehingga apabila masyarakat menemukannya berkeliaran di permukiman warga dapat memahami tindakan apa yang harus dilakukan.

“Terutama pada saat memberikan informasi pada badan atau instansi yang berkepentingan,” katanya.

Sementara itu bagi mahasiswa, imbuh dia, seminar ini dapat menjadi modal utama untuk melakukan berbagai riset lanjutan yang berhubungan dengan sifat, fisiologis, habitat hingga perlindungan Harimau Sumatera.

Wilson menambahkan, seminar ini juga merupakan hasil kerja sama dengan beberapa instansi dan kelompok yang bergerak dalam bidang perlindungan Harimau dan satwa liar, seperti Forum Harimau Kita, Lembaga Flora dan Fauna Internasional (FFI), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, serta dengan badan yang mengurus masalah perlindungan spesies liar.

Dalam seminar ini masing-masing perwakilan dari instansi tersebut memberikan arahan serta informasi mengenai Harimau Sumatera ini.

Sementara itu Direktur eksekutif Forum Harimau Kita H.A Wahyudi mengatakan saat ini banyak terjadi konflik antara masyarakat dan keberadaan Harimau.

Dia menyebutkan dalam kurun waktu 2008 hingga 2011 ditemukan 600 kejadian konflik. Dimana 57 orang dan 69 ekor Harimau Sumatera menjadi korban konflik tersebut.

Konflik ini terjadi salah satunya akibat ketidaktahuan masyarakat tentang Harimau Sumatera.

“Untuk itu dengan seminar ini masyarakat akan lebih tahu dan tanggap bila sewaktu-waktu menemukan keberadaan Harimau. Sehingga konflik yang terjadi tidak akan bertambah lagi,” katanya.

Repost : antaranews.com
berita lainnya dapat dibaca di : sindikat.net; harian kompas cetak


Leave a Reply