Tingkatkan Kapasitas Dokter Hewan Dalam Penyelamatan Harimau Bermasalah

Photo by: @andyps

Forum HarimauKita, forum peneliti dan pemerhati harimau Sumatera melaporkan, setidaknya 563 konflik tercatat semenjak tahun 1998-2011. Angka tersebut dikompilasi dari laporan lapang WCS, LIF, FFI, ZSL, WWF dan PHKA. Dari sekian konflik yang terjadi, tercatat 46 ekor harimau terbunuh. Di lain pihak, sebanyak 57 orang meninggal dalam kurun waktu yang sama.

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan telah mengeluarkan P.48 tahun 2008 untuk merespon permasalahan konflik antara manusia dengan satwa liar termasuk harimau Sumatera. Selain itu, pada tahun 2001 yang lalu, telah disusun satu dokumen “Pedoman Penyelamatan Harimau Sumatera Bermasalah”.

Masih lemahnya teknologi yang dimiliki Indonesia dan minimnya kapasitas sumber daya manusia, khususnya dokter hewan, menghambat upaya penyelamatan harimau sumatera yang terlibat konflik. Dari beberapa kasus yang terjadi, harimau berkonflik akhirnya mati setelah proses evakuasi.

Berdasarkan hal tersebut di atas, PHKA didukung oleh ZSL Indonesia, WCS Indonesia Program, Taman Safari Indonesia dan Forum HarimauKita mengadakan pelatihan veteriner bertajuk  “Harimau Berkonflik,  Kesehatan dan Penanganannya. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Satwa Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor pada tanggal 10 – 13 Januari 2012.

Hasil yang diharapkan dari Pelatihan ini adalah meningkatnya kapasitas teknis para dokter hewan UPT PHKA atau dokter hewan yang telah terbiasa membantu UPT PHKA dalam menangani harimau sumatera bermasalah. Selain itu, diharapkan akan tersusun satu panduan praktis veteriner yang dapat dijadikan pedoman bagi para dokter hewan di lapang dalam menangani harimau sumatera bermasalah yang tertangkap.(haw)