SIARAN PERS: Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar yang Lebih Baik Harus Segera Dijalankan

Pernyataan Sikap Forum HarimauKita

Bogor, 5 Maret 2018

PENANGGULANGAN KONFLIK ANTARA MANUSIA DAN SATWA LIAR YANG LEBIH BAIK HARUS SEGERA DIJALANKAN

Hanya sehari berselang dari peringatan World Wildlife Day (WWD) pada 3 Maret 2018, sekali lagi terjadi kasus konflik harimau sumatera yang berujung kepada perburuan dan cukup menyita perhatian masyarakat. Kasus ini terjadi di Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara pada 4 Maret 2018.

Forum HarimauKita (FHK) merupakan perkumpulan para penggiat konservasi harimau sumatera yang memiliki visi harimau lestari dan hidup serasi dengan kehidupan masyarakat di hutan Sumatera. Kami memahami bahwa konflik antara manusia dan satwa liar masih kerap terjadi dan menimbulkan kerugian di kedua belah pihak.

Menangani harimau konflik tentu saja terdapat metode dan memerlukan keahlian khusus, menangani harimau konflik tidak terlepas perlu menangani masyarakat yang merasa dirugikan. . Penanganan konflik harimau-manusia tidak hanya melakukan penangan pada saat ada kejadian, namun memperhitungkan juga penanganan pasca konflik dan mengupayakan adanya pencegahan terjadinya konflik di kemudian hari.

Sebagaimana kita perhatikan dari media massa dan media sosial, adanya pandangan-pandangan yang beragam menyikapi kasus ini. Sebagian masyarakat mendukung pembunuhan harimau ini dengan alasan keprihatinan terhadap warga masyarakat yang menjadi korban serangan. Namun sebagian besar masyarakat menyayangkan terjadinya pembunuhan dan perlakuan sadis terhadap harimau ini.

Kami turut prihatin terhadap korban masyarakat yang mengalami luka-luka akibat serangan harimau, dan juga menyayangkan terjadinya pembunuhan sadis yang diikuti dengan pengambilan bagian-bagian tubuhnya. Kami mendukung penanganan penangkapan harimau konflik yang diperlukan pada situasi-situasi konflik tertentu, sekaligus kami sangat tidak mendukung proses pembunuhan sadis yang telah terjadi. Ada metode penanganan konflik yang lebih tepat untuk dilakukan, dibanding dengan melakukan pembunuhan seperti ini.

Membunuh harimau bukan menyelesaikan masalah, pada kondisi tertentu justru menimbukan dampak dan masalah yang lebih rumit, maka dari itu kami berharap penanganan konflik bisa dilaksanakan dengan lebih baik. Faktor-faktor penyebab konflik seringkali tanpa disadari terjadi akibat aktifitas atau ulah manusia, sehingga diperlukan pemahaman dan keterbukaan dari berbagai pihak untuk memperbaiki situasi ini.

Terlebih harimau sumatera yang berkonflik ini berada dalam wilayah hutan yang berdekatan dengan kebun dan pemukiman masyarakat. FHK juga membuka diri dan mengajak para pihak untuk menindaklanjuti kejadian ini agar membuahkan resolusi konflik yang optimal sehingga tidak terjadi lagi konflik yang merugikan kedua belah pihak.

Apresiasi setinggi-tingginya bagi petugas pengelola kawasan dan aparat keamanan yang telah berupaya melakukan keamanan dan rekan-rekan mitra yang telah berupaya melakukan penanganan semaksimal mungkin, walaupun hasilnya belum seperti yang diharapkan banyak pihak. Kejadian ini kiranya bisa menjadi pembelajaran kita bersama untuk upaya yang lebih baik selanjutnya sehingga kegiatan pencegahan konflik di masa mendatang harus dilaksanakan dengan tepat dan dilakukan bersama-sama masyarakat.

Kami mengingatkan dan mengimbau bahwa terjadinya perburuan dan perdagangan harimau sumatera secara illegal sering dipicu oleh adanya permintaan atau demand dari sebagian kelompok. Kami sangat berharap berbagai lapisan masyarakat untuk menghentikan perdagangan harimau.

 

Salam,

Munawar Kholis

Ketua Forum HarimauKita

 

Pernyataan Sikap Forum HarimauKita (pdf)

 

Kronologi kejadian bisa dilihat pada siaran pers dari BBKSDA Sumatera Utara di link berikut ini

Press Release HS Madina(pdf)

 

Contact Person:

Munawar Kholis

(Ketua Forum HarimauKita)

kholis.munawar@gmail.com atau munawar.kholis@harimaukita.or.id

HP: +62 8111101281

 

Rasyid Dongoran

(Representatif FHK di Sumatera Utara)

email: rasyid.assaf.dongoran@gmail.com

HP: +62 8126305909

 



Author: Forum HarimauKita
Sumatran Tiger Conservation Forum

Leave a Reply