Rantang, harimau konflik yang berhasil dievakuasi BKSDA Sumatera Barat

Seekor harimau sumatera masuk dalam perangkap yang dipasang oleh petugas BKSDA Sumatera Barat. Sebelumnya warga telah resah dan melaporkan adanya anak harimau yang berkeliaran di sekitar desa Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan telah memakan anjing sebagai korbannya.

Erly Sukrismanto, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, menyampaikan “harimau sumatera yang telah tertangkap tersebut berkelamin betina,  berdasarkan ukuran morfologi sudah masuk dalam kategori dewasa”. Tim penyelamatan satwa liar yakni dokter hewan dan BKSDA Sumatera Barat telah melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya luka di bagian kepala (sekitar dahi dan hidung) serta di bagian ekor. Hal tersebut diduga karena usaha harimau melepaskan diri dari perangkap. Harimau betina tersebut sudah berada dalam perangkap dalam tempo lebih dari 3 hari, kondisinya sudah stress namun masih belum pada tahap mengkhawatirkan. Jika dibiarkan lebih lama dalam perangkap ada kemungkinan lukanya semakin parah dan taringnya bisa rusak dikarenakan menggigit jeruji besi perangkap.

Kini Rantang (sebutan nama harimau tersebut) sedang dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD). Kedepannya Rantang diharapkan dapat segera pulih dan bisa dikembalikan ke habitatnya.

Bersamaan dengan itu, berdasarkan temuan warga terindikasi dua harimau lain yang masih berkeliaran di sekitar desa. Saat ini tim BKSDA Sumatera Barat telah memasang 2 kamera penjebak (camera trap) untuk memantau keberadaan harimau tersebut.

Dalam penanganan Konflik Manusia-Harimau (KMH) pra maupun pasca perlu adanya upaya bersama untuk memastikan keselamatan baik manusia maupun harimau. Petugas BKSDA dan warga melakukan patroli bersama untuk menjamin masyarakat dapat beraktivitas secara aman serta keberadaan harimau tersebut.



Author: Forum HarimauKita
Sumatran Tiger Conservation Forum

Leave a Reply