Sumatra-Wide Tiger Survey

Survei Okupansi Harimau Sumatera Skala Pulau

Berbagai upaya dan dana telah dihabiskan untuk menekan penurunan populasi karnivora besar dari perburuan liar dan konversi habitat alami mereka dengan cepat dan tepat khususnya harimau sumatera. Namun, efektivitas biaya dari investasi tersebut kurang dipahami terkait dengan skala spasial yang tepat. Patch occupancy telah digunakan sebagai pengganti untuk estimasi parameter populasi spesies satwa liar yang sulit dipahami pada lanskap besar. Dari tahun 2007-2009, Sumatran Tiger Wide Survey (SWTS) merupakan survey terbesar yang akan dilakukan. Tujuh lansekap utama yang akan disurvei yakni melalui 527 sel grid, mencakup 60% habitat harimau yang tersisa di Sumatera. Dari survei, hunian harimau diperkirakan mencakup 73% dari lanskap. Sementara hasil survei di seluruh Sumatera memberikan alasan optimis, korelasi negatif yang signifikan ditemukan antara hunian dan ahli fungsi hutan. Hasil ini juga menyoroti area kunci harimau yang membutuhkan perlindungan dan menyebabkan lanskap Leuser-Ulu Masen ditingkatkan sebagai ‘prioritas global’ untuk konservasi harimau liar. Setelah sepuluh tahun, ada kebutuhan mendesak untuk menilai kembali bentang alam, untuk memandu intervensi masa depan untuk melindungi harimau dan habitat dengan lebih baik, dan untuk membantu Pemerintah Indonesia mencapai target Rencana Pemulihan Harimau Nasional – National Tiger Recovery Plan (NTRP) untuk menggandakan jumlah populasi harimau sumatra pada tahun 2022.

Kegiatan Survei ini merupakan bagian dari program pemantauan populasi harimau jangka panjang yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dalam NTRP untuk menggandakan jumlah harimau sumatera pada tahun 2022. Oleh karena itu, tujuan utama dari survei ini adalah untuk menyediakan titik data kedua dari hunian lokasi harimau sehingga evaluasi terhadap SWTS sebelumnya dapat dibuat, sehingga memungkinkan Pemerintah Indonesia untuk:

  1. mengidentifikasi kesenjangan dalam program konservasi harimau sumatera;
  2. memperkuat strategi konservasi ditingkat tapak yang efektif;
  3. mengarahkan sumber dana dan prioritisasi program untuk mempertahankan dan memulihkan populasi harimau sumatera secara keseluruhan.

Demos

Layout

Wide
Boxed

Nav Mode