Mitigasi Konflik Manusia-Harimau Sumatera

Harimau Sumatera /Forum HarimauKita

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929)merupakan 1 dari subspesies harimau di Indonesia yang masih bertahan hingga kini, setelah harimau bali dan harimau jawa mengalami kepunahan. Saat ini, populasi mamalia besar ini semakin terancam oleh perburuan dan perdagangan ilegal bagian tubuh, serta konflik dengan manusia. Keberadaan hutan  sebagai satu bagian penting bagi keberhasilan program jangka panjang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan R.I dalam aksi konservasi harimau pada skala lansekap secara multi-sector partnership dan tentunya keberadaannya diyakini secara kuat dapat memberi peluang bagi harimau sumatera untuk dapat bertahan hidup terhindar dari kepunahan lokal dan mendukung keutuhan genetik di source site population dalam kawasan konservasi yang terkelola (managed landscape).

Hasil kajian menarik yang dilakukan oleh Erlinda C. Kartika tentang konflik satwa liar dan petani menyebutkan bahwa pengelolaan satwa liar dan habitatnya mesti menimbang seberapa besar ancaman yang dihadapi masyarakat sekitar. Tidak hanya korban manusia, tapi juga dampak ekonomi masyarakat. Para ahli konservasi juga meyakini bahwa ketakutan manusia terhadap kehadiran harimau dalam lahan-lahan pertanian, perkebunan (sawit/karet) dan hutan tanaman cukup berdampak psikologis dan berkorelasi berbanding lurus terhadap tidak terpenuhinya target pekerjaan maupun target produksi. 

Konteks kegiatan konservasi harimau ini adalah bekerjasama mendukung program rencana strategi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dalam mengembangkan proses peningkatan sistem manajemen bagi pengelolaan konservasi harimau dan pemeliharaan keanekaragaman hayati pada area konservasi maupun di area konsesi perusahaan serta desa sekitar  melalui manajemen kolaboratif yang akan dilakukan oleh PARA PIHAK sesuai dengan rekomendasi Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera 2007-2017.  Wilayah hidup harimau yang berada di luar kawasan konservasi (neglected landscape) diharapkan makin lebih diperhatikan oleh para stakeholder kunci terkait dan kerjasama antar-pihak makin terjalin.

Konflik antara manusia dan harimau menjadi isu sentral dalam permasalahan kompleks dan dapat mengakibatkan banyak kerugian, dari materi bahkan jiwa, baik dari manusia maupun satwa kharismatik tersebut. Sangat disayangkan konflik tersebut biasanya berakhir dengan pemindahan kucing besar. Untuk itu, menjadi sangat penting untuk memperkuat pemahaman yang komprehensif mengenai situasi konflik yang ada dan yang berpotensi akan muncul, serta pengaruhnya bagi manusia maupun kucing besar, baik untuk saat ini maupun dimasa mendatang.

Demos

Layout

Wide
Boxed

Nav Mode