Pelatihan SMART RBM di Jambi

Photo by: @andyps
Forum HarimauKita.or.id – Harimau Sumatera merupakan sub-spesies harimau terakhir yang tersisa di Indonesia, setelah harimau Bali dan harimau Jawa mengalami kepunahan. Saat ini, populasi harimau Sumatera semakin terancam oleh perburuan dan perdagangan ilegal bagian tubuh harimau Sumatera, serta konflik dengan manusia akibat semakin tingginya pembukaan hutan untuk kepentingan pembangunan. 
Salah satu permasalahan yang paling mengancam kelestarian harimau sumatera yaitu perburuan dan perambahan habitat. Disamping itu kurangnya sumber daya manusia, sarana –prasarana pendukung dan luasan kawasan konservasi yang harus dilindungi, mengakibatkan patroli yang dilakukan kurang menyentuh permasalahan di lapangan. Berkaca dari kondisi di lapangan, patroli pengamanan kawasan menjadi prioritas yang harus didorong oleh semua pihak.
Kementerian Kehutanan c.q. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam berkolaborasi dengan lembaga mitra, antara lain Forum HarimauKita, Zoological Society of London (ZSL) Indonesia, Fauna and Flora International (FFI) Indonesia, Wildlife Conservation Society (WCS) dan Frankfurt Zoological Society (FZS) secara intensif menginventarisasi kebutuhan di lapangan terkait dengan kapasitas sumber daya manusia dan upaya peningkatannya. 
Salah satu kebutuhan yang saat ini dinilai cukup mendesak terkait upaya konservasi harimau sumatera adalah peningkatan skill dalam hal patroli dan penguasaan sistem pelaporan yang dapat langsung menyajikan rekomendasi yang obyektif dan terukur. 
Kerjasama kolaboratif tersebut saat ini telah sampai pada upaya diterapkannya sistem database SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) yang dapat terintegrasi dengan sistem RBM (Resort Based Management). SMART merupakan sebuah sistem yang dikembangkan oleh WCS, ZSL, WWF dan FZS,  yang merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yaitu MIST. Sedangkan, RBM merupakan sebuah sistem yang dikembangkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk mengintegrasikan data dan informasi tentang kondisi dan perkembangan setiap Taman Nasional yang akan menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan konservasi yang lebih adapatif, proporsional, dan aspiratif, sesuai dengan kondisi setempat serta dapat mendukung pencapaian tujuan pengelolaan di setiap kawasan tersebut.  
Hingga saat ini perlindungan habitat masih menjadi tantangan berat bagi Indonesia dalam upaya pelestarian harimau sumatera di habitat alaminya. Hal ini mendorong PHKA dan beberapa lembaga yang konsen kepada pelestarian harimau sumatera mengadakan pelatihan SMART-RBM PATROL. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 22 Februari  2013 di Kawasan Taman Nasional Berbak, Provinsi Jambi.
SMART-RBM PATROL merupakan sebuah sistem patroli yang dilakukan secara sistematis mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang mampu menjadi dasar obyektif bagi pengambilan keputusan di level kebijakan strategis. Rumusan sistem patroli kolaboratif ini disusun bersama oleh PHKA didukung oleh Forum HarimauKita, ZSL Indonesia, FFI dan WCS Indonesia Program. 
Kegiatan pelatihan ini ditujukan bagi anggota Polisi Kehutanan dan staf lapangan sebanyak 41 orang yang berasal dari UPT Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. 
Tujuan pelatihan ini adalah untuk:
1. Mengembangkan pengetahuan dan wawasan bagi staf dan manajemen kawasan konservasi akan sistem informasi yang sederhana dan terintegrasi;
2. Meningkatkan efektifitas unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen PHKA dalam memproteksi kawasan kawasan konservasi;
3. Meningkatkan upaya perlindungan terhadap populasi harimau sumatera di habitatnya baik itu di dalam kawasan konservasi maupun di peruntukan kawasan hutan lainnya.
Sedangkan hal-hal yang ingin dicapai melalui pelatihan ini adalah:
1. Tersampaikannya materi tentang perencanaan patroli dan implementasinya serta pelaporan berbasis data spatial kepada staf pengelola kawasan konservasi di Sumatera;
2. Tersusunnya perencanaan patroli habitat harimau sumatera di kawasan konservasi;
3. Terbangunnya sistem aliran data yang kontinyu dan berdaya guna untuk mendukung pengelolaan yang adaptif terhadap dinamika manajemen kawasan konservasi di Indonesia.


Leave a Reply