Membangun Kesigapaan Penanganan Konflik Harimau Sumatera di Area Konsesi

Kawasan hutan di Pulau Sumatera merupakan habitat bagi harimau sSumatera (Panthera tigris sumatrae), salah satu dari enam sub-spesies harimau yang masih tersisa di dunia. Satwa kharismatik ini menjadi satu – satunya anak jenis harimau yang tersisa di Indonesia, dua anak jenis lain telah punah yaitu harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dan harimau bali (Panthera tigris balica). Kini populasi harimau sumatera kian menurun dan IUCN mengkategorikan kedalam status Critically Endangered berarti satu tahap sebelum punah di alam. Salah satu penyebab menuju kepunahannya adalah terjadinya konflik antara manusia dan harimau sumatera. Area konsesi perusahaan tidak luput juga menjadi arena konflik ini, karena sebelum dibuka menjadi lahan produksi, area ini adalah habitat harimau.

Area konsesi tetap memiliki nilai penting sebagai habitat harimau, bahkan sebagai koridor yang menghubungkan blok habitat yang terpisah. Namun area yang seperti ini rawan akan konflik antara manusia dan harimau. FHK menganggap kerjasama dengan pihak pengelola konsesi adalah keniscayaan dalam pengelolaan populasi harimau.

Forum HarimauKita (FHK) bersama dengan APP Sinarmas telah melaksanakan kegiatan pelatihan penyegaran terkait penanggulangan konflik manusia dan harimau pada tanggal 09-11 Oktober 2018 di Training Centre PT. Arara Abadi, Perawang, Provinsi Riau, untuk meningkatkan kapasitas satgas dan mitra dalam melakukan Mitigasi Konflik Manusia-Harimau dan satwa liar lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama antara APP Sinarmas dan Forum HarimauKita dalam kegiatan mitigasi konflik manusia harimau untuk meningkatkan kualitas pengelolaan konservasi harimau sumatera di areal konsesi APP Sinarmas dan desa sekitarnya melalui manajemen kolaboratif.

Sambutan dari Forum HarimauKita yang disampaikan oleh Ibu Laksmi Datu Bahaduri (Executive Officer) mengawali serangkaian kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini terinspirasi akan keinginan pihak swasta dalam hal ini APP Sinarmas untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawannya dalam mengelola konservasi harimau sumatera di area konsesi dengan baik. Dibarengi dengan adanya konflik yang terjadi antara manusia dan harimau serta satwa liar lainnya, membuat kegiatan ini menjadi sangat penting sebagai upaya untuk mengurangi kejadian konflik bahkan tidak kembali terjadi di waktu mendatang. Forum HarimauKita sangat mendukung inisiasi dari pihak APP Sinarmas untuk mengadakan kegiatan ini sebagai upaya untuk konservasi harimau sumatera. Melalui kolaborasi antara APP Sinarmas, BBKSDA Riau dan Forum HarimauKita, dengan harapan kegiatan ini akan memberikan dampak yang besar terhadap pengelolaan habitat dan konservasi harimau sumatera secara lebih baik dan efektif.

    Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Muhammad Syarif Hidayat (Head of Sustainability, Sinarmas Forestry) yang menyampaikan tentang pandangan positif beliau terhadap kegiatan ini. Kegiatan ini sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kemampuan karyawan dan satgas dalam penanganan konflik di area kerja masing-masing. Beliau yang juga sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini, menyampaikan agar peserta dapat mengambil pelajaran sebanyak-banyaknya sehingga dapat diterapkan di distrik masing-masing.

    Kegiatan ini diikuti 29 peserta dan melibatkan 5 pemateri selama lima hari kegiatan termasuk dua hari untuk perjalanan. Peserta didominasi oleh karyawan di Area Konsesi APP Sinarmas dan terdapat beberapa staf BBKSDA Riau. Sedangkan pemateri yang membantu dalam pelatihan ini adalah Bapak Syamsuardi yang menyampaikan tentang strategi mitigasi konflik gajah dan diskusi interaktif tentang pengalaman peserta dalam penanganan konflik. Bapak Bintang Hutajulu (BBKSDA Riau) yang menyampaikan tentang Pengertian dasar konservasi (undang-undang konservasi & kehutanan) dan pedoman umum penanggulangan konflik satwa dan manusia (Permenhut Nomor P.48/Menhut-II/2008), Penegakan Hukum dan pengaman TKP, Status & kondisi populasi harimau dan gajah sumatera di Riau dan pengenalan tanda keberadaan harimau dan satwa liar lainnya. Bapak Yoan Dinata (ZSL Indonesia Program) yang menyampaikan tentang Bioekologi harimau sumatera dan pengenalan alat-alat mitigasi konflik satwa liar. Bapak Rudi Krisdiawadi (FSD Sinarmas Forestry) yang menyampaikan tentang strategi koordinasi penanganan konflik manusia dan satwa liar serta pelaporannya. Kemudian juga Bapak drh. Sugeng Dwi Hastono (Amanah Veterinary Services-Lampung) yang menyampaikan tentang pertolongan pertama pada satwa liar.

Pada hari terakhir kegiatan pelatihan ini (hari ke-3), agar materi yang disampaikan dapat diimplementasikan dengan baik oleh peserta, dilakukan praktek mengenai bagaimana melakukan pertolongan pertama jika mendapati satwa liar yang mengalami konflik, seperti terperangkap jerat. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak drh. Sugeng Dwi Hastono dengan mengikutsertakan peserta bagaimana tindakan yang dapat dilakukan satgas dalam membantu tim medis melakukan pertolongan terhadap satwa liar tersebut. Selain itu juga dilakukan simulasi penggiringan gajah yang dibimbing langsung oleh Bapak Syamsuardi. Dalam hal ini, gajah memasuki kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) atau pemukiman warga, sehingga perlu dilakukan penggiringan kembali kedalam hutan. Dalam praktek penggiringan ini, peserta juga dikenalkan dengan alat meriam karbit yang dipergunakan untuk pengusiran gajah.

Pasca pelatihan ini diharapkan para peserta akan kembali ke lokasi kerja masing-masing. Bekal yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi pegangan dalam menjalankan Standard Operational Procedure (SOP) yang telah dimiliki oleh Sinarmas Forestry terkait penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya harimau dan gajah sumatera.

Secara umum kegiatan berjalan lancar dan kondusif, meskipun ketika kegiatan di lapangan sedikit terhambat oleh cuaca, namun antusias peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan sangat tinggi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk perusahaan, harapannya kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh APP Sinarmas dan Forum HarimauKita, tutur Bapak Muhammad Syarif Hidayat dalam sesi penutupan.



Author: Forum HarimauKita
Sumatran Tiger Conservation Forum