Atlas Harimau Nusantara

Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra, merupakan habitat tiga anak jenis harimau di Indonesia, dimana dua anak jenis di antaranya, yakni harimau jawa dan bali, berdasarkan Te IUCN Red List of Treatened Species 2008 telah dinyatakan punah pada tahun 1970-an dan 1940-an. Semenjak itu, belum pernah ada informasi tertuli secara lengkap mengenai kronologi punahnya dua anak jenis harimau kebanggaan Indonesia serta upaya konservasi yang telah dijalankan oleh para pihak. Sudah seharusnya bangsa Indonesia memiliki sebuah dokumentasi sejarah, pengetahuan, dan upaya konservasi harimau, terutama harimau sumatra.

Informasi mengenai satwa harimau dirangkai dalam sebuah dokumen “Atlas Harimau Nusantara”, yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi Indonesia dalam upaya pengelolaan dan penyelamatan harimau terutama di Sumatra. Pendalaman mengenai runutan kejadian punahnya harimau jawa dan harimau bali serta perspektif rampogan sebagai tradisi yang dilakukan di masa silam, menggariskan cerita yang menjadi pembelajaran terhadap upaya konservasi harimau sumatra.

Adanya "Atlas Harimau Nusantara" juga sebagai sumber pengetahuan untuk membantu berbagai pihak dalam memahami apa yang telah diupayakan, kelemahan yang masih dimiliki dan mengalokasikan sumberdaya untuk perbaikan pengelolaan konservasi harimau. Buku ini juga menjadi bacaan bagi masyarakat yang mau memahami lebih jauh mengenai harimau di Indonesia dan menggugah kesadaran untuk semakin terlibat dalam pelestarian harimau sumatra khususnya, dan keanekaragaman hayati Indonesia pada umumnya. Saya sangat mengapresiasi penyusunan buku ini yang disusun secara kolaboratif dan memperkuat jejaring para pihak, merapatkan barisan berbagai mitra serta membangun kesadaran dan aksi kolektif untuk menyelamatkan, mencegah kepunahan dan melindungi harimau sumatra dan habitatnya serta menuliskannya sebagai sebuah pembelajaran.
Salam Lestari!

Jakarta, April 2019
Direktur Jenderal
Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem


Ir. Wiratno, M.Sc