Kelas Konservasi Seri #10 : Kamera Penjebak (Camera Trap) dalam Riset Konservasi Satwa Liar

Teknologi kamera penjebak telah banyak membantu usaha konservasi satwa liar di dunia termasuk Indonesia. Penerapan kamera penjebak di Indonesia dimulai semenjak tahun 1994 yang berlokasi di Taman Nasional Gunung Leuseur untuk mengetahui kepadatan populasi harimau sumatera. Setelah itu, penggunaan kamera penjebak berkembang di Indonesia yang dilakukan oleh Franklin et al. pada tahun 1999 di Taman Nasional Way Kambas; O’Brien et al. tahun 2003 di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan; Linkie et al. tahun 2006 di Taman Nasional Kerinci Seblat dan Wibisono et al. tahun 2007 di Taman Nasional Batang Gadis.

Saat ini penggunaan kamera penjebak (camera trap) menjadi tumpuan utama dalam riset dan monitoring untuk konservasi satwa liar. Inovasi teknologi dalam konservasi ini bermanfaat untuk memonitor serta bisa digunakan untuk memonitor populasi dari banyak jenis binatang yang biasanya sulit untuk di temukan dan di pelajari. Keuntungan penggunaan kamera penjebak antara lain kamera yang dapat melakukan pengamatan secara terus menerus, gambar yang dihasilkan dapat menjadi bukti yang kuat kehadiran suatu jenis satwa, ukurannya yang kecil tidak mengganggu kehadiran satwa di habitatnya.

Saat ini belum ada perangkat yang lebih baik daripada kamera penjebak untuk mempelajari hidupan liar. Kamera penjebak menjadi alat yang paling flleksibel dan menjanjikan untuk riset konservasi hidupan liar.  Selain untuk mempelajari hidupan liar di terestrial, alat ini juga dapat dipasang di kanopi hutan untuk mempelajari burung, reptil, serta mamalia arboreal. Terlebih lagi dapat dipasang di bawah permukaan air untuk mendokumentasikan hidupan liar yang ada di danau, sungai maupun laut. Kedepannya ada kemungkinan untuk inovasi menciptakan kamera penjebak untuk tujuan melihat spesies mikro, seperti serangga dan lainnya.

Pemahaman atas kamera penjebak dalam riset dan konservasi masih terbatas pada praktisi dan peneliti saja, sedangkan di kalangan anak muda yang ingin mendalami konservasi terbilang masih rendah. Atas dasar tersebut, Forum HarimauKita dan Tiger Heart yang bekerjasama dengan Widlife Conservation Study Group-Institut Pertanian Bogor ingin mengadakan Kelas Konservasi untuk mendukung anak muda memahami mengenai penggunaaan kamera penjebak dalam riset satwa liar .

Kelas Konservasi Seri ke #10 akan membahas lebih dalam mengenai pemasangan kamera penjebak hingga menganalisis gambar yang dihasilkan. Harapannya dengan adanya Kelas ini generasi muda dapat memahami penggunaan perangkat kamera penjebak dalam artian sebagai salah satu alat untuk upaya konservasi. Sehingga nantinya dapat diaplikasikan untuk riset konservasi yang lebih baik.

Profil Pemateri

Fahrudin Surahmat

Seorang konservasionis muda yang mengabdikan diri pada aktivitas penelitian dan pengembangan sumberdaya manusia mengenai konservasi.  Saat ini bekerja sebagai Koordinator Biodoversitas di Wildlife Conservation Society-Indonesia Program. Sejak tahun 2014 aktif melakukan survei dan monitoring di kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Beliau banyak terlibat untuk program riset konservasi mamalia besar seperti harimau sumatera, tapir, dan gajah sumatera serta juga mamalia kecil seperti berang-berang.

 Peserta  : Tiger Heart dan Civitas IPB
 Kapasitas  :  50 Peserta
 Kegiatan  : Sabtu, 07 April 2018 (09:00-16:00 WIB)
 Lokasi : Ruang Rafflesia, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata,

  Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor

Saat ini kuota peserta kelas sudah terpenuhi dan tidak membuka lagi pendaftaran. Berikut adalah peserta dari Kelas Konservasi Seri #10

No. Nama Organisasi
1 Nurullita Qisti Sabilla  Oryza Sativa UIN JKT
2 Dinda Ikhwanti  Tiger Heart Jakarta
3 Rizqi Rabbi Idz’zhayanti Tiger Heart Jakarta
4 Rizki Amalia Adinda Putri  Tiger Heart Jakarta, Sekala Petualang
5 Fauzia M Kusmarani  Tiger Heart UI
6 Almasya Nanda Pratiwi  Tiget Heart Jakarta
7 Hilwa syifa fadhillah  Tiget Heart Jakarta
8 Nabilah Rahma Putri  KSP Macaca UNJ
9 Titan Sulistia  KSP Macaca UNJ
10 Yuni Arum Sari  KSP Macaca UNJ
11 Muhammad Farhan Adyn KSP Macaca UNJ
12 Arianda Nur Pratiwi  KSP Macaca UNJ, Tiger Heart Jakarta
13 Hushshila Alfi Bahalwan  UIN Jakarta
14 Aurora Christy Oktavia  IPB
15 Ajrini Shabrina  IPB
16 Reni Anggraeni  IPB
17 Ikeu Sri Rejeki  IPB
18 Dede Aulia Rahman IPB
19 Ani Mardiastuti  IPB
20 Serjensil Setioputro IPB
21 Bantista Adies Kuncahyo IPB
22 Muhamad Ismul  IPB
23 Yeni Aryati Mulyani  IPB
24 Kanthi Hardina KVT-IPB
25 Rizki Kurnia Tohir  KVT-IPB
26 Sutopo KVT-IPB
27 Tri Sutrisna  KSHE Fahutan IPB
28 Yayat Hidayat  KSHE Fahutan IPB
29 Ismail KSHE Fahutan IPB
30 Abdul Haris Mustari KSHE Fahutan IPB
31 Dela Puspita  KSHE Fahutan IPB
32 Bagas Qurhananto  HIMAKOVA IPB
33 Gigih Mahayudin  HIMAKOVA IPB
34 Taufik Ari Firdaus  HIMAKOVA IPB
35 Muhammad Galih Gurenda Nusantara HIMAKOVA IPB
36 Firman Arief Maulana  HIMAKOVA IPB
37 Sharfina Elda Larasati  HIMAKOVA IPB
38 Tsamarah Nada Saninah  HIMAKOVA IPB
39 Muhammad Fithra Adil Lubis HIMAKOVA IPB
40 Febiano Renaldi HIMAKOVA IPB
41 Tonny R. Soehartono  Hutan Harapan
42 Erwanda Trio Bintan Sabri PT. REKI
43 Ferry Hasudungan  Burung Indonesia
44 Pantiati Burung Indonesia
45 Elfa Gita Fitri Febriani Uni Konservasi Fauna
46 Ibnu Rosyidi  Uni Konservasi Fauna
47 Siri Suqthi  Uni Konservasi Fauna
48 Nada Febila Nasution Uni Konservasi Fauna
49 Muhammad Majiidu  Uni Konservasi Fauna
50 Lina Eka Pratiwi  Uni Konservasi Fauna
51 Afifah Hasna  Uni Konservasi Fauna
52 Silvy Thiyana  Uni Konservasi Fauna
53 Muhamad Yoga Lusmana Putra  Uni Konservasi Fauna
54 Dwitami Anzhany  Uni Konservasi Fauna
55 Alfin Muhamad A. KSK Uniku