ANNUAL MEETING KE-7 FORUM HARIMAUKITA

Anggota Forum HarimauKita yang menghadiri Annual Meeting ke-7

Riau, 26 – 28 Januari 2017 – Rapat anggota tahunan (Annual Meeting) diselenggarakan sebagai agenda rutin Forum HarimauKita (FHK) dalam rangka untuk meningkatkan fungsi dan peran forum dalam upaya konservasi Harimau Sumatera di Indonesia. Pertemuan tersebut diadakan untuk secara rutin mengevaluasi kinerja forum serta menyusun arahan program kerja untuk tahun berikutnya. Pada acara ini bersamaan dengan periode rapat anggota (2 tahun sekali) yang mengagendakan pemilihan ketua baru forum serta dewan pengawas untuk periode  kepengurusan 2017-2019.

Annual Meeting dibuka oleh ketua Forum HarimauKita, Yoan Dinata, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, DR. Mahfudz yang juga mewakili Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal KSDAE, Dr. Ir. Bambang Dahono Adjie, MM., M.Si yang berhalangan hadir. Berikutnya sambutan dari Badan Penasehat oleh Sunarto. Annual Meeting ke-7 Forum HarimauKita kali ini mengangkat tema “Konsolidasi Strategi Konservasi Harimau Sumatera” dan diselenggarakan pada tanggal 26-28 Januari 2017 di Pekanbaru, Riau yang dihadiri sebanyak 30 orang anggota serta 10 tamu undangan dari berbagai lembaga baik dari pemerintah maupun perusahaan swasta. Annual meeting kali ini difasilitasi juga dengan media teleconference untuk mengakomodir anggota forum yang berhalangan untuk hadir di Riau. Tema konsolidasi strategi diusung sebagai representasi kondisi faktual gerakan dan inisiatif konservasi harimau di Indonesia yang telah banyak dikembangkan. Strategi konservasi harimau yang baru akan disusun dan efektif dipergunakan pada tahun 2018 diharapakan sebagai keluaran dari konsep konsolidasi ini.

Pelaksanaan annual meeting ini didukung juga oleh TIGERHEART (kelompok volunteer konservasi harimau sumatera) yang berada di Riau. Pada sesi awal acara, Munawar Kholis selaku sekretaris forum menyampaikan mengenai tata tertib rapat anggota. Pada rapat anggota ini ketua forum periode 2014-2016, Yoan Dinata, menyampaikan program kerja yang telah tercapai sepanjang kepengurusannya dan bersama-sama dengan anggota Forum merumuskan strategi dan rencana/arahan kerja 2017-2019.

Ketua forum yang terpilih dan ditetapkan untuk kepengurusan periode 2017-2019 adalah Munawar Kholis. Bersamaan dengan pemilihan ketua Forum yang baru, pada acara ini juga ditetapkan badan pengawas baru yang nantinya akan mengawal ketua dalam menjalankan program Forum.  Anggota Forum menyepakati untuk menetapkan Hariyo T. Wibisono (Beebach) sebagai ketua dewan pengawas dengan anggota Sunarto, Andjar Rafiastanto dan Dolly Priatna. “Kami akan mengawal terus kepengurusan dan secara reguler akan mengadakan pertemuan dewan pengawas untuk membahas mengenai program strategis yang dapat dilakukan Forum HarimauKita”, ungkap ketua dewan yang baru, Hariyo T. Wibisono.

Program peningkatan kapasitas (capacity building) anggota forum menjadi sesi terakhir pertemuan ini. Dalam sesi ini terdapat beberapa materi yang disampaikan yaitu Rancangan Pengelolaan Proyek oleh Andjar Rafiastanto dan Analisis data dengan Pemodelan PVA (Population Viabilty Analysis) menggunakan Vortex 10 oleh Wulan Pusparini.

Serah terima jabatan dari ketua periode 2014 -2016, Yoan Dinata (kiri) kepada ketua baru periode 2017-2019, Munawar Kholis (Kanan)

Arahan program FHK perlu menyasar pada awareness dan outreach kepada berbagai kelompok target (masyarakat, akademisi, pemerintah, kolaborasi dengan grup-grup konservasi spesies lain). Forum HarimauKita memiliki kemampuan untuk terlibat aktif dalam mendorong dan memfasilitasi program konservasi harimau di lansekap kritis. Mengingat bahwa fokus kerja berbagai lembaga lebih kepada lansekap-lansekap besar maka, Forum HarimauKita merasa perlu memiliki strategi untuk berkolaborasi di lansekap yang kecil. Kehilangan harimau pada lansekap kecil akan mempengaruhi metapopulasi harimau sumatera terkait dengan genetic flow dan genetic diversity. Secara rinci, arahan program Forum HarimauKita dalam kepengurusan 2017-2019 sebagai berikut:

» Terlibat aktif dalam memperkuat program konservasi harimau di lansekap kritis, pembangunan yang berwawasan konservasi dan proteksi kawasan;

» Advokasi penegakan hukum dan kebijakan;

» Mendorong efektifnya pengamanan kawasan, penanggulangan dan penanganan harimau konflik serta pengelolaan kesehatan harimau liar;

» Peningkatan kapasitas, riset dan database konflik;

» FHK sebagai forum komunikasi konservasi  harimau sumatera didalam mandat Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera (STRAKOHAS) aktif berperan dalam memastikan tercapainya STRAKOHAS;

» Penyadartahuan dan outreach kepada berbagai kelompok target (masyarakat, akademisi, pemerintah, swasta).

Suasana rapat anggota forum membahas strategi forum harimaukita dan pemilihan ketua forum dan dewan pengawas yang baru

Struktur kepengurusan, penanggungjawab bidang, representasi wilayah dan program kerja sedang dalam proses penyusunan. Informasi terkait ini akan disosialisasikan melalui website di www.harimaukita.or.id setelah proses penyusunan dirampungkan dan disetujui oleh dewan pengawas.

Arahan dan program kerja Forum Harimaukita mengedepankan model kolaborasi yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, donor, pihak swasta, praktisi, akademisi, ahli dan masyarakat luas. Peran pengurus, badan pengawas dan seluruh anggota menjadi kunci penting yang perlu dikelola secara efektif.

Red: Pengurus Forum HarimauKita