RAJUT BELANG: Panduan Perbaikan Praktik Pengelolaan (BMP) Perkebunan Sawit dan Hutan Tanaman Industri dalam Mendukung Konservasi Harimau Sumatera

Publisher : PHKA, WWF, HarimauKita, ZSL                          Editor                 : Sunarto, Erwin Widodo, Dolly Priatna

Pages        : 138 pages                                                                  Year Published   : 2008

 Harimau sumatera adalah ibarat jiwa bagi tubuh belantara Sumatera. Kehadirannya sulit dilihat, namun keberadaan dan auranya sungguh kuat terasa. Dialah satwa karismatis yang ditakuti sekaligus dikagumi. Dengan jumlah populasi harimau dan habitatnya yang berkurang drastis, kini Sumatera terancam kehilangan jiwanya.

Terancamnya harimau sumatera dan habitatnya adalah indikasi goyangnya keseimbangan lingkungan bumi Andalas. Meningkatnya jumlah penduduk yang diikuti dengan peningkatan kebutuhan pembangunan perekonomian telah mengakibatkan hilangnya sebagian besar habitat harimau. Bukan itu saja, keberadaan harimau juga mendapat tekanan dari pemburu – yang menginginkan setiap bagian dari tubuhnya – dan pembunuhan akibat konflik dengan manusia.

Berbagai tekanan tersebut telah mengancam populasi harimau secara global hingga pada titik terburuk. Hutan sebagai habitat utama harimau sumatera kini telah banyak tergerus. Sebagian besar hutan di wilayah Sumatera kini telah berubah menjadi lahan tanaman akasia dan perkebunan sawit. Kedua komoditas tersebut, bersama dengan karet, kopi, dan tanaman lain kini telah membentuk wajah baru Sumatera. Meskipun demikian, tidaklah banyak gunanya kalau kita hanya saling menyalahkan.

Kini saatnya mengubah ancaman menjadi peluang. Telah disadari secara meluas bahwa kawasan lindung yang ada saat ini di Sumatera tidak cukup memadai untuk dapat mendukung kehidupan jangka-panjang satwa yang berdaerah jelajah luas seperti harimau sumatera. Oleh sebab itu, selain membutuhkan pengelolaan hutan yang baik, upaya konservasi harimau sumatera juga memerlukan peningkatan peran-aktif pengelola kawasan non-hutan termasuk perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk menambah luas habitat maupun menjamin ketersediaan jalur lintasan/koridor bagi satwa untuk menjelajah.

Bersamaan dengan upaya itu, sama pentingnya adalah upaya mencegah dan menangani (potensi) konflik yang terjadi antara harimau dan manusia. Lebih jauh dari itu, perusahaan juga dapat dan perlu terlibat aktif dalam berbagai upaya mengatasi berbagai ancaman terhadap harimau melalui berbagai upaya seperti pencegahan dan penanganan konflik, pencegahan perburuan dan lain-lain. Semua itu dapat dilakukan melalui berbagai perbaikan dalam praktik pengelolaan dalam proses produksi sawit dan produk turunannya serta industri bubur kertas. Hal itu dapat dilakukan dengan melaksanakan bermacam-macam skema terkait dengan pelestarian lingkungan dan industri yang berkelanjutan yang telah ada, maupun skema lain yang perlu diidentifikasi.

Sebagai pegangan bagi perusahaan, diperlukan sebuah panduan praktis tentang cara-cara memperbaiki praktik pengelolaan (umum dikenal dengan Better Management Practices/BMP) perkebunan, dan HTI. Buku ini hadir untuk mengisi kebutuhan tersebut. Panduan ini merupakan hasil dari serangkaian proses mulai dari studi literatur, riset dan kunjungan lapangan, serta diskusi dengan pakar dan praktisi industri perkebunan sawit dan HTI.

Buku ini diharapkan dapat memandu dan menjadi acuan bagi perusahaan untuk selalu mengingat dan mempertimbangkan aspek lingkungan, khususnya pelestarian harimau serta mempraktikkannya dalam setiap tahapan operasionalnya mulai dari upaya memperoleh izin operasi, perencanaan, pemilihan lokasi, penanaman, perawatan/pemeliharaan, pemanenan, pembangunan infrastruktur, hingga pemasaran. Mengingat keberagaman kondisi di lapangan yang disebabkan oleh perbedaan konteks suatu kawasan perkebunan/HTI dalam lanskap, perbedaan sistem pengelolaan dan sebagainya, buku ini tidak dimaksud untuk memberikan tahap-tahap yang amat terinci seperti halnya dalam sebuah buku panduan memasak. Dalam buku ini kami hanya menjabarkan prinsip-prinsip perbaikan praktik pengelolaan yang selanjutnya perlu dipahami, diadopsi ke dalam mekanisme yang ada, dan diterapkan oleh perusahaan.

Buku ini menggunakan istilah ‘BMP Harimau’ untuk menyebutkan setiap upaya perbaikan praktik pengelolaan yang dapat mendukung konservasi harimau. BMP harimau dimaksudkan untuk menjadi sebuah katalis dalam ‘merajut belang’ populasi dan habitat harimau yang akhir-akhir ini tampak memudar. Buku ini terdiri atas lima bagian, masing-masing dengan titik fokus yang berbeda.

Pada bagian awal disampaikan tentang prinsip-prinsip BMP terkait konservasi, manfaatnya bagi perusahaan dan lingkungan, serta keterkaitan antara BMP dan skema serupa lainnya semisal prinsip dan kriteria Meja Bundar Sawit Lestari (Rountable Sustainable Palm Oil/RSPO) dan Pengelolaan Hutan Lestari (Sustainable Forest Management/SFM).

Bab I menjabarkan tentang ekologi harimau, status konservasi, kebutuhan habitat, dan karakteristik konflik berikut kiat-kiat mencegahnya.
Bab II Memberikan gambaran sekilas tentang karakteristik industri minyak sawit dan kaitannya dengan konservasi harimau. Di sini diulas tentang pengembangan perkebunan kelapa sawit serta berbagai peran yang perlu dimaksimalkan agar sebuah perkebunan kelapa sawit dapat mendukung konservasi harimau.
Bab III menjabarkan seperti halnya bab II, namun untuk Hutan Tanaman Industri.
Bab IV merangkum dan menekankan kembali beberapa hal yang diperlukan dalam konservasi harimau, khususnya di kawasan penyangga yang keberhasilannya sangat memerlukan dukungan berbagai pihak, khususnya perusahaan HTI dan perkebunan sawit.
Bab V yang menjadi penutup buku ini, disampaikan beberapa rekomendasi agar panduan ini dapat diterapkan secara efektif oleh perusahaan serta memberikan manfaat baik bagi harimau, lingkungan secara luas, maupun bagi perusahaan yang menerapkan.

Buku ini tidak akan berarti apa-apa bagi pelestarian harimau, kecuali jika perusahaan dan pihak-pihak terkait dapat mengadopsi dan menerapkannya dalam praktik sehari-hari. Masih banyak kekurangan dari buku ini. Ujicoba dan pembelajaran terus-menerus kiranya dapat memperkaya khazanah perbaikan praktik perusahaan untuk mendukung konservasi. Jika itu terjadi, kita dapat optimis keduanya akan menang. Harimau lestari, masyarakat sejahtera.

sumber: www.researchgate.net

pdf-icon  DOWNLOAD DOKUMEN 

Tiny URL for this post:
 



Leave a Reply